Rabu, 12 Februari 2014

*Karena Aku Hanya Ingin Kejujuranmu,,,,,

Sayang aku hanya lelah dengan semua sikapmu, 
Ketika waktu itu di bulan Juni, tak pernah aku duga kamu datang dalam hidup ini. Merubah semua yang ada dalam hidup ini, mengembalikan kembali senyuman yang pernah hilang dalam hidup ini. Kamu ingat sayang ketika pertama kamu menelponku ??? aku tak pernah menyangka kamu melakukan itu. Kamu tenangkan hati ini ketika hati ini jatuh, katamu masih aku simpan rapi "kalau dinda berkenan bolehkah lebih dekat lagi dari ini ??". Tuhan seketika itu aku tak bisa berbuat apapun. Aku sadar kita bukan lagi anak kecil yang hanya ingin bermain-main. Aku tau sayang waktu itu kamu sudah ada yang memiliki, namun entah kenapa waktu itu kita mampu menjalani semuanya tanpa beban.  Semua katamu mampu meyakinkan dan menenangkan hati dan jiwa ini, tak pernah sekalipun kamu tak mengiyakan apa mauku. Kemanapun, kapanpun, apapun pasti kau berikan.
Namun, semua mulai berubah waktu itu. Sapamu perlahan-lahan hilang dari hidupku. Rasanya teramat menyakitkan sayang, aku berfikir mungkin ini memang sudah takdirku denganmu sampai disini. Tapi ingatkah kamu sayang ketika hari itu ulang tahunmu ?? ingatkah apa yang kamu katakan ketika dihadapanku ?? "Jujur nda, ketika aku selalu berada di dekatmu rasa sayang ku buat kamu melebihi rasa sayangku padanya ", ingat itu sayang ?? ingat ketika kamu juga mengatakan jika kamu ingin mengembalikan perasaanmu padanya?? ingat kamu sayang kamu hanya ingin dia tak menyakitiku, dan seketika itu pula aku kembali membuka hatiku untukmu.
Ingatkah kamu sayang ??? semua kata sayang yang kamu ucapkan setiap kali aku mulai takut kehilanganmu ?? Katamu sungguh menenangkan dan meyakinkan hati ini. Sehingga aku tetap yakin untuk menjalani semua ini denganmu, meskipun aku tau aku paham kemungkinan untuk kita bisa bersama sangatlah kecil. "aku tidak mau kehilangan perhatian dari dinda, aku sudah merasa nyaman dengan dinda, aku mau tetap seperti ini, entah nanti kedepanya seperti apa, karna jodoh kita adalah rahasia Allah" demi Tuhan sayang aku tak bisa bicara apapun ketika kamu mengatakan itu. Aku hanya diam mengiyakan semua katamu.
Banyak yang berusaha menyadarkan semua yang kita lakukan sayang, tapi aku tak pernah menghiraukanya. Karna yang aku lakukan saat itu adalah menuruti kata hatiku. Semua perkataan yang aku dengarkan tentangmu aku tak pernah menghiraukanya. Sampai hari itu aku mendapati sms itu, sms dengan kata "sayang" darimu, bukan di hp ku tapi di hp orang lain. Kamu tau rasanya sayang, sakit rasanya. Tapi kenapa sayang, kamu selalu mengelak ketika aku menanyakan itu ??, "kata yang mana nda ?? itu cuma kata penegasan bukan kata sayang seperti yang sering ku katakan pada dinda,," Ingatkah yang kamu katakan ketika waktu itu kita peri bersama ?? kamu tidak ingin aku pergi dengan siapapun kecuali aku minta ijin dulu denganmu. Aku lakukan semua itu sayang, hanya untukmu. Aku tak ingin minta apapun darimu sebenarnya, hanya kejujuranmu...
Dan aku mulai lelah sayang, ketika orang itu dihadapanku mengatakan semuanya yang terjadi antara kamu dan dia di depanku. Aku berusaha tegar sayang, namun aku tak mampu. Semua yang kita lakukan, kamu ungkapkan kepadanya, bahkan yang tak pernah aku tau pun kamu ucapkan kepadanya. Aku yang paling tak menerti apapun disini sayang, aku merasa paling bodoh. Ketika kamu bilang, kamu mulai dekat denganya semenjak aku mulai menjauh darimu. Buat apa kamu mendekatiku lagi ketika kamu juga sudah mendua dengan yang lain ?? kenapa sayang ?? apa salahku padamu ?? Sampai kamu bilang padanya, apa yang terjadi antara kita hanya salah paham, katamu aku hanya menganggapku sebagai teman, teman seperti yang lainya. Sayang, aku tak percaya kamu melakukan ini padaku. Untuk apa kamu ucapkan kata sayang itu, untuk apa kamu menghapus air mataku, untuk apa sayang ?? Jika kamu hanya mau aku bahagia kenapa kamu melakukan semua ini. Bahkan disaat kamu tau apa yang terjadi padaku, sayang aku tak sanggup lagi, kenapa kamu membohongiku ?? hanya ingin menjaga perasaanku ?? tak seharusnya seperti ini, seandainya kamu mau lebih jujur mungkin rasa sakit hati tak akan sedalam ini.
Sayang aku mohon padamu dengan segala kerendahan hati, aku mohon jangan lakukan ini lagi pada siapapun. Cukup padaku sayang, sudah cukup. Aku lelah sayang, aku juga tidak mau seperti ini, karena aku tau rasa sayang ini juga tak mudah untuk aku lepaskan
(Kutipan_surat_dalam _"SEPTEMBER RAIN"

*Aku Memang Terlanjur Mencintaimu
Dan Tak Pernah Ku Sesali Itu
Seluruh Jiwa Telah Ku Serahkan
Menggenggam Janji Setiaku
Kumohon Jangan Jadikan Semua Ini
Alasan Kau Menyakitiku
Meskipun Cintamu Tak Hanya Untukku
Tapi Cobalah Sejenak Mengerti
Bila Rasaku Ini Rasamu
Sanggupkah Engkau Menahan Sakitnya
Terkhianati Cinta Yang Kau Jaga
Coba Bayangkan Kembali
Betapa Hancurnya Hati Ini Kasih
Semua Telah Terjadi