Ah sayang, tau kah kamu perasaanku ketika melihat foto itu??? Entah kenapa meskipun sudah berulang kali kamu menjelaskan dan aku coba untuk menerimanya, rasanya tetap saja tak mengenakkan. Jika itu memang yang terbaik aku akan menerimanya, mungkin ini saatnya kita berfikir ulang tentang semuanya.
Aku tak akan menyalahkanmu ketika rasa sakit ini menjalari hatiku perlahan, karena ini memang pilihanku. Ketika rasa sakit itu datang cukup aku saja yang tau, tak perlu kamu ikut merasakan kesakitanku.
Mungkin ini juga saatnya aku mulai belajar tidak bergantung lagi padamu, karena semakin lama aku mencoba bertahan akan semakin sakit pula hati ini. Mungkin ini caramu menyadarkanku agar aku lebih bisa bersikap dewasa menanggapi semuanya.
Aku sebenarnya tak mengerti apa yang terjadi dengan perasaan ini. Rasanya aku sudah mulai lelah dengan semua yang terjadi pada kita. Mungkin ini saatnya aku untuk mengikhlaskan. Aku bukan ingin menyerah sayang, namun ini tak mudah untuk aku jelaskan.
Aku tak bisa menunggu lebih lama lagi untuk semua ini. Aku tak bisa lagi. Entah mengapa aku merasa kamu pun juga sudah tak mampu lagi untuk mempertahankan ini semua. Mungkin ini jawaban dari doa kita kepada Tuhan. Bahwa kita harus mencoba mengikhlaskan, melepaskan. Rasanya memang mungkin menyakitkan tapi ini adalah garis Tuhan yang harus kita terima dan pahami. Bahwa Tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan kita.
Aku akan menyerahkan ini semua kepada Tuhan, aku akan mengikhlaskan mu jika ini yang terbaik untuk semuanya, jika suatu saat kita dipertemukan dalam suasana yang berbeda aku harap Tuhan lebih berpihak kepada kita meskipun semuanya tak lagi sama.
(September_rain