Selasa, 27 November 2012

Hujan Menyamarkan Semuanya,,,

Ketika amanah itu harus aku sampaikan langsung padamu, aku berfikir mampukah aku berbicara dalam keadaan seperti ini ???
Dengan berat hati aku langkahkan kaki ini, enggan rasanya menuju tempat itu. Dimana dulu saat pertama kita membangun janji setia.
Sepanjang perjalanan, sesak rasanya dada ini tak sanggup untuk mengambil nafas panjang.
Tiba disana, berat rasanya tangan ini memencet tuts demi tuts deretan huruf itu. Dan tak lama kemudian kamu muncul dibelakangku.
Melihatmu, sebenarnya ada sedikit ketenangan dalam batin ini. Alunan sapa dan kataku lancar di depanmu. Tak ada satupun cacat dr ucapanku.
Perasaan itu datang kembali, menjelang detik2 akhir penyampaian amanahku. Ingin rasanya kuluapkan segala beban yang ada di hati ini. Aku ingin bercerita apa yang terjadi padaku hari ini, ingin meluapkan segala rasa yang aku pendam selama ini. Namun mulut ini tak mau diajak kompromi, hati ini pun enggan,,,
Hati ini bicara tak mau membebanimu lagi, ya aku turuti saja kemauan hati ini....
Tiba saat aku berpamitan, tak ada lagi cium tangan seperti biasanya. Ah, semua ini terasa janggal.
Dalam perjalanan pulangku aku semakin tak bisa menata hati ini. Mata ini semakin panas, tiba2 pandangan mata ini buram oleh lelehan air mata yang tak mau berhenti mengalir. Menyesali semuanya, kenapa aku tak berterus terang kepadamu,,,
Untunglah ada hujan, hujan menyamarkan semua sehingga semua orang tak perlu tau apa yang terjadi padaku.

Jumat, 23 November 2012

Kesempatan,,,,

Hmmm.....
terasa lagi seperti ini
aku tak suka keadaan ini
tapi...
perasaan ini tak mau hilang
mata ini teras ingin terpejam
lelah,,,
tapi aku harus bisa melawan
masih banyak yang harus aku selesaikan
Tuhan, aku mohon padamu
aku tau Tuhan,,,
Engkau tak ingin melihatku seperti ini
Tuhan,,,
berikan aku kesempatan
agar dapat memberikan kebahagiaan
untuk mereka yang ada disekelilingku
yang menyayangiku,,,,

Kamis, 22 November 2012

B_I_R_U....

Biru...
Aku tak suka warna itu
warna yang mebuat ketakutan akan hidup
Biru membuatku ada di ruang hijau
Biru membuatku kesakitan
Biru membuatku harus melawan
tapi disisi lain,,,
Biru mengajariku
menghargai setiap langkah yang aku lakukan
BIRU,,,,

MAAF,,,


Ketika takdir mempertemukan kita kembali, apakah semuanya masih akan tetap sama ??? masih setiakah hatimu padaku ?? meskipun sudah melewati 4 purnama ?? masih adakah rasa kangenmu padaku ?? meskipun kita tak saling menyapa ??? masih adakah kata sayang tulus itu padaku ??

Ah, mungkin aku hanya bermimpi. Namun jika ini hanya mimpi mengapa keyakinan ini begitu kuat.

Hari ini aku merasakan rindu ingin bertemu denganmu. Ingin bercerita banyak padamu. Tak adakah kesempatan untukku  ?? kenapa kita tak mencoba sekali lagi ???
 
Akan ku buktikan , bahwa aku layak untukmu. Bukan, aku bukan ingin sombong . Tapi aku hanya ingin membuktikan pada semuanya bahwa kami juga sama seperti yang lain. Tak ada yang berbeda di mata Tuhan, hanya amalanya saja yang berbeda. Setiap manusia diberkahi dengan nurani, dan aku percaya lambat laun semuanya akan berubah. Tapi kenapa saat ini kamu tak percaya  ?? apa karena kekuranganku  ?? Kamu yang dulu meyakinkan aku bahwa kita pasti bisa melewatinya, tapi kenapa seperti ini. Aku sakit, kamu juga sakit, semuanya sakit, kenapa harus mengorbankan semuanya. Aku tau kamu ingin semuanya lebih baik, tapi ini menyiksaku ….

Sebenarnya aku tak ingin pasrah dengan keadaan ini, tapi kamu yang dulu menguatkanku sekarang tak ada lagi disini. Aku semakin takut melewati semuanya tanpamu,,,  Badai ini terlalu dahsyat bagiku. Semoga janji kita dicatat oleh Yang Maha Cinta. Janjimu yang akn memberikan hujan dan badai cinta padaku belum kau jalankan sepenuhnya, janjimu untuk selalu setia apapun yang terjadi juga belum terlaksana, apalagi janjimu untuk membawaku ke depan penghulu sebagai pengantinmu. Apa hanya dengan kata maaf semuanya cukup ?? belum,,, Cinta ini terlalu dalam, terlalu rumit untuk ku lukiskan. Aku bukan kamu yang mampu berpaling dengan cepat. Aku belum mampu, dan sepertinya memang tidak bisa karena memang separuh hati ini sudah ku berikan padamu. Maaf….

 
*Tiada yang salah dengan perbedaan

 Dan segala yang kita punya

Yang salah hanyalah sudut pandang kita

Yang membuat kita terpisah,,,

Karna tak seharusnya,,,

Perbedaan menjadi jurang

                Bukan kah kita diciptakan

                Untuk dapat saling melengkapi

                Mengapa ini yang terjadi,,,,

Harusnya cinta bukan alasan

Untuk dapat saling menyakiti

Harusnya cinta bisa memberi jalan

Tuk satukan perbedaan

Rabu, 14 November 2012

astaghfirullahaladzim,,,,

Butuh kamu saat ini,
butuh kamu untuk menguatkan aku,
memberikan aku semangat,
seperti biasanya,,,
Butuh kamu saat ini,
yang mselalu mengatkan sayang padaku,
mengatakan kangen padaku,
kangen senyumku,
sudah bulan kedua,,,
aku masih belum mampu,
melepaskanmu,
apa ini ??
rasa apa ini ???

Tuhan,,,

Tuhan,,,,
apa aku sanggup Tuhan,,,
ini terlalu dalam
terlalu menyakitkan
apa aku mampu Tuhan,,,,
aku memang kecewa
tapi aku belum sanggup Tuhan,,,
Harus diam, membencinya
salahkah jika aku terlalu sayang kepadanya
Tuhan,,,,
Berilah kami kesempatan
kesempatan untuk dapat kembali
seperti dulu,,,
saat semuanya masih indah
seperti beberapa waktu yang lalu.
Amin.

Kamis, 08 November 2012

tak pernah ada yang tau definisinya, sebuah kata "CINTA"

Aku mencintaimu karena....
Ah, berulang kali coba kurangkai kata 
tuk jawab tanya itu
 
Aku hanya tahu beberapa hal
Setiap mendengar suaramu
menatap punggungmu dari kejauhan
menyadari namamu disebut
hatiku selalu tergetar
setiap pagi saat ku membuka mata
ada wajahmu yang hadir
setiap ada di dekatmu
waktu serasa terhenti
 
apa itu semua cukup menjelaskan 
mengapa aku mencintaimu
jika tidak
mungkin cinta ini memang bukan rumus eksak yang harus dijelaskan
cinta ini memang harus dirasakan
dari hati sampai ke hati
iya kan?
 
dulu sekali
ada yang pernah berkata padaku
jika cinta itu mampu dideskripsikan mengapa, maka itu bukan cinta
tapi transaksi
 
tak ada yang berubah dari rasa ini
dulu, sekarang, dan insyaallah esok
 
(Copas from perempuan langit
 

I will always need you,,,,

Tak pernah ada yang tau apa yang akan terjadi dalam hidup kita, semua adalah rahasia Allah SWT. Ketikan kita saat ini merasa bahagia, belum tentu besok kita juga akan bahagia. Namun, tak ada yang mustahil ketika kita mau berusaha, karena itu sudah janji Nya.
Tak pernah terfikirkan olehku, bahwa aku bisa sedekat ini denganmu. Sosok yang dulu ku kenal karena popularitasnya, sosok yang tak pernah ku bayangkan bisa seperti ini. Ah, betapa malunya aku waktu itu ketika pertama bertemu. Cuma diam, sambil mengingat-ingat siapa dia. Dan setelah berapa lama akhirnya aku tersadar....
Ketika waktu terus berlalu, dan tak ada temu lagi diantara kita. Tiba2 takdir datang kembali membuat kita bertemu dalam keadaan yang berbeda, dan waktu itupun belum terfikir olehku bahwa akan seperti ini jadinya. Hanya lewat obrolan ringan yang dimulai malam itu, membuat semuanya berubah. Dari kata "bu" jadi "dek", dari kata "saya" jadi "aku", dari kata "njenengan" jadi "kamu" , sampai akhirnya dari "ingin bertemu" menjadi "kangen kamu". Kaget, bercampur malu tapi ini adalah awal perjalanan dari "aku dan kamu" menjadi "kita".
"Kita" ada sebenanya ketika aku sedang terpuruk dengan segala kondisi kehidupanku, kedatanganmu membuatku tersadar bahwa aku tak sendiri ada kamu yang selalu siap di sampingku sekarang. Dengan cinta dan kasih sayangmu akhirnya pintu ini kembali terbuka lebar, menyediakan ruangan yang besar untukmu.
Dengan yakin kita bersama-sama melewati semuanya, meskipun ini semua tak ada yang mudah. Ketika aku selalu meneteskan air mata ketika itu kamu selalu menguatkanku, "jangan menangis ya dek, kamu adalah alanku untuk bertahan", kata2 itu selalu menguatkanku. Dan ketika kamu minta aku untuk berjanji jangan pernah meninggalkanmu,  meskipun aku hanya diam sebenarnya aku berjanji dalam hatiku "iya, aku janji tidak akan pernah meninggalkanmu". Tapi.......

Mulai Tersadar

Tak pernah terbayangkan dalam hidup saya bahwa saya akan menjadi seorang guru. Guru... ya kata yang sangat menggelikan dulu ditelinga saya. Dalam pikiran saya dulu, bahwa seorang apoteker akan menjadi guru. Dalam pemikiran saya dulu, seorang apoteker pasti nanti akan kerja di klinik, RS atau apotek. Tapi sekarang saya merasakan bahwa apoteker juga bagian dr sistem pendidikan, ya sebagai seorang guru.
Dulu saya kira, saya hanya akan menyampaikan ilmu yang pernah saya dapatkan di bangku kuliah dulu ke anak didik saya. Namun tidak seperti itu kenyataanya, banyak yang saya pelajari disini. Karena ternyata tidak hanya ilmu akademik saja yang mereka butuhkan, tp juga motivsi dari kami sebagai tenaga pengajar sangat mereka butuhkan.
Dulu saya juga tidak terlalu ambil peduli dengan apa yang terjadi pada mereka, tp dengan berkembangnya waktu saya mulai belajar bahwa mereka butuh untuk diperhatikan.
Banyak yang saya dapatkan disini, saya belajar segala ilmu disini yang tidak saya dapatkan di bangku kuliah dulu. Belajar untuk salig memahami, belajar untuk berbuat adil, belajar untuk mengakui kesalahan, belajar untuk menghargai orang lain.
Sekarang saya mulai merasakan bahwa tanpa mereka (anak2) saya tidak mungkin bertahan disini. Saya mulai sadar betapa berharganya mereka, para generasi penerus negeri ini. Dari merekalah saya belajar segalanya. Terimakasih ya nak, karena telah menyadarkan ibumu ini betapa sayang ibu ke kalian :).