Minggu, 04 September 2016

berusaha mengingkari

Entah ini hanya perasaanku atau apa, tapi aku mulai merasakan keanehan.Semakin aku memasrahkan diri dan rasa ini pada Tuhan semakin aku mengerti apa yang terjadi sesungguhnya. Aku tak ingin menjadi seseorang yang munafik, ya aku mengakui bahwa hati ini mulai bertaut padamu. Entah pertautan apa ini, hanya rasa sakit yang terasa ketika aku tak mendengar kabarmu. Bahkan meskipun aku tau bahwa kau tak sendiri, ada secercah rasa yang tak dapat aku pungkiri. Sejak kamu berkata bahwa kamu tak dapat lagi melanjutkan semua ini, sejak saat itu pula harapan dan puing-puing reruntuhan yang mulai ku bangun dengan percayaku padamu, kembali runtuh. Aku tak akan menyalahkanmu tentang semua ini, karena ini kita yang membuatnya. Karena saat semua ini runtuh, kau tak akan melihatnya.
Aku hanya merasa kita sama-sama merasa tertekan, tertekan dengan ketakutan menyakiti seseorang. Rasa takut ini yang membuat kita menarik diri. Entah hanya aku atau kamu pun merasakanya, teramat sakit rasanya berpura-pura tak perduli seperti ini. Bahkan ketika aku menulis seperti inipun aku tau kau membacanya. namun aku juga tau tak ada yang dapat kita lakukan, selain hanya diam menahan sekuat tenaga demi tak menyakiti seseorang.
Hanya Tuhan tempatku bersandar saat ini, berbicara denganmu aku tak mampu apalagi berbicara dengan teman-temanku yang pasti akan menyalahkanku. Sudahlah hanya Tuhan yang dapat menolongku keluar dari lingkaran tak berujung ini.
Asal kamu tau, entah apa ini namanya namun aku rindu candamu, entah apa ini namanya namun tak dapat dipungkiri hati ini mulai bertaut padamu. maaf jika mengusik dan membuat kebimbangan di hatimu, tapi aku mulai sayang padamu.
Biarlah Tuhan yang akan membantuku entah sabdanya bersamamu atau dijauhkan darimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar